High & Low Table

High & Low Table

  • WpView
    Reads 512
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2026
√Area gxg 🌈🌈, harap bijak melihat tagar terlebih dahulu sebelum membaca Selama puluhan tahun, kota ini terjaga keseimbangannya melalui sebuah fakta rahasia. Keluarga Valerius Nohara (High Table) di sana, para pemimpin keluarga duduk tegak dengan setelan jas hitam khas seorang bangsawan, membahas tentang para Crime Syndicate, Bisnis ilegal, hingga kendali atas kasino kota. Mereka tidak menggunakan senjata saat duduk di meja ini; Kata-kata adalah peluru mereka. Sebaliknya, di Keluarga (Low Table), para underboss dan soldier berkumpul di bar-bar tersembunyi, mengurus detail kotor yang memastikan bisnis mereka semua tetap berjalan. Para High Table adalah bos dari segala bos, mafia, dan partner bisnis yang harus di hormati. Hierarki dan Tradisi tetap pada puncak rantai para High Table. (LSPD) adalah musuh dari semua pebisnis Crime Syndicate, sebisa mungkin mereka semua harus bermain peran agar tidak tercium bau busuknya oleh para kepolisian. Bisakah para High Table tetap memastikan para Low Table ini sekutu mereka? atau justru sebaliknya. "Dengar, kawan. Di kota ini, kamu bisa jadi siapa saja. Kamu bisa bangun sebagai raja, atau mati sebagai kenangan. Tapi jika kamu duduk di meja kami, pastikan lidahmu lebih tajam dari belatimu, dan kesetiaanmu lebih berat dari emas yang kami tawarkan" High Table. "Beri kami meja Low Table, maka akan kami pastikan keuntungan ada di antara kita semua." Low Table.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marked by the Dragon
  • A Family of Villains
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • SUPIR NONA (21+)
  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul
  • ATEYA
  • When The Villain Called Me Mother
  • The Duke'S Red String
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]

Bagi Evelyn, satu kesalahan kecil sudah cukup untuk menghancurkan hidupnya yang tenang. Saat ia tak sengaja menggeser rak buku di ruang kerja dan menyentuh pintu rahasia di baliknya, sebuah suara retakan misterius terdengar. Ketakutan akan hal itu, Evelyn melarikan diri dan menghilang selama seminggu, berharap semua itu hanya halusinasi. Namun, kembali ke kantor dengan surat pengunduran diri bukan berarti masalah selesai. Saat ia melangkah masuk dengan tangan gemetar, ia menemukan Damian Adhitama sedang berdiri di depan jendela besar. Pria itu, yang biasanya hanya peduli pada angka dan kekuasaan, kini menggendong seorang bayi laki-laki mungil yang sangat tampan. Begitu mata bayi itu bertemu dengan milik Evelyn, suasana kantor yang kaku seketika mencair. Bayi itu tertawa kecil, suara tawanya yang bening memenuhi ruangan, dan tangan mungilnya menggapai-gapai ke arah Evelyn. Dengan binar mata yang begitu tulus dan penuh kasih, si kecil itu menggumamkan satu kata yang membuat jantung Evelyn seolah berhenti berdetak, "Ma... ma!" Senyum bayi itu begitu manis dan hangat, hingga Evelyn tanpa sadar mendekat dan mendekapnya. Namun, di balik kehangatan itu, tatapan Damian mengunci dirinya dengan aura yang jauh lebih gelap. *** "Argh... Damian, ini sakit sekali," rintih Evelyn dengan napas yang memburu. Damian Adhitama tidak menunjukkan belas kasihan dalam bentuk kata-kata. Ia mendekat, melepaskan kancing kemeja Evelyn satu per satu dengan ketenangan yang mengerikan. "Itu karena kau melawannya, Evelyn. Kau menahan apa yang seharusnya menjadi milik anak itu." Tangan Damian yang besar dan hangat kini merangkum kelembutan yang sedang menegang dan terasa keras itu. Evelyn tersentak, mencoba menarik diri, namun tatapan Damian mengunci pergerakannya. "Diam. Kalau kau terus melawan, ini akan semakin sakit," perintah Damian dengan suara rendah yang menggetarkan saraf.

More details
WpActionLinkContent Guidelines