Lentera yang lupa bernafas

Lentera yang lupa bernafas

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 10, 2026
Di rumah kecil yang nyaris tak pernah benar-benar sunyi, ia belajar satu hal sejak terlalu dini—menjadi kuat, bahkan sebelum tahu bagaimana caranya menangis dengan benar. Namanya tak pernah disebut dengan nada bangga. Lebih sering terdengar seperti panggilan tugas. Seperti sesuatu yang harus selalu ada, selalu siap, selalu bisa diandalkan. Anak sulung, kata mereka. Tulang punggung kedua, tanpa pernah diminta persetujuannya. Ia adalah lentera. Yang menyala di saat gelap menelan arah. Yang tetap berdiri, bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Yang terus memberi cahaya, meski tak ada yang bertanya apakah minyaknya masih tersisa. Tak ada yang tahu kapan terakhir kali ia benar-benar bernafas. Hari-harinya diisi dengan angka-angka kebutuhan, suara keluhan, dan harapan-harapan yang terlalu berat untuk dipikul satu orang. Ia mengumpulkan lelahnya sendiri, menyimpannya rapat-rapat, seolah dunia akan runtuh jika ia membiarkannya jatuh. Dan mungkin… memang itu yang ia percayai. Bahwa jika ia berhenti sejenak saja— rumah ini akan kehilangan arah, keluarganya akan kehilangan sandaran, dan dirinya… akan kehilangan alasan untuk tetap berdiri. Ia lupa bahwa bahkan lentera pun butuh diistirahatkan. Bahwa cahaya yang terus dipaksa menyala, perlahan akan meredup. Tapi siapa yang peduli? Tidak ada yang benar-benar memperhatikan lentera— selama ia masih cukup terang untuk menerangi. Dan di sanalah kisah ini dimulai. Tentang seorang gadis yang terlalu lama menjadi cahaya bagi orang lain— hingga ia lupa bagaimana caranya menjadi manusia yang bisa bernafas.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines