"Karena bintang yang redup bersinar lebih lama dari bintang yang terang"
Sejak kecil, luya tahu dia berbeda. Dia tidak jago bicara, tidak pinter, dan merasa tidak sepesial. Tapi, dia punya kekuatan super: berhalusinasi. Dalam draf-draf novel yang ia tulis secara anonim, dia menciptakan dunia magis di mana dia bisa bersinar. Baginya, novel-novel itu adalah satu-satunya tempat ia merasa "ada."
Namun, rahasia terbesarnya terancam saat langit, si adek kelas pembuat masalah, memergoki luya sedang menulis cerita di wattpad di atap sekolah.
"Ngapain bengong? wah ternyata lagi nulis cerita tentang gue, ya?" goda langit, menyeringai.
"ngga usah ke pd an kita ngga kenal" ucap luya datar
langit bukan cowok biasa. Kenakalannya adalah pelarian, sama seperti halusinasi luya. Saat tak sengaja membaca tulisan luya, langit tidak menganggapnya gila. Dia justru terpesona oleh imajinasi liar yang tersembunyi di balik tatapan datar luya.
"gue mau jadi bagian dari novel lo dong, Kak. gue bosen sama realita yang berisik ini."
Sifat, perilaku, dan semua yang berkaitan dengan tokoh dalam cerita ini murni berasal dari imajinasi penulis dan tidak ada kaitannya dengan sifat asli idol yang menjadi visual cerita ini.
Selamat membaca! 📖
All Rights Reserved