Dua puluh tahun adalah waktu yang cukup untuk melupakan sebuah nama. Atau begitulah pikir Arawinda Kirana. Bagi Ara, masa kecil di asrama adalah lembaran lama yang sudah ia tutup rapat sejak ia pindah ke Paris. Namun, sebuah jamuan kenegaraan membawanya kembali ke Jakarta, tepat ke hadapan sosok yang paling ingin ia hindari Mayor Teddy Indra Wijaya. Bukan lagi remaja laki-laki yang sering membagi bekal dengannya, sosok di depannya kini adalah ajudan dengan tatapan sedingin es dan tembok protokol yang tak tertembus. Teddy punya ribuan alasan untuk tetap profesional. Tapi Ara punya satu cara untuk meruntuhkan pertahanannya Rasa yang tak pernah benar-benar mati. Di antara baris komando dan aroma rempah di dapur, mampukah sang Mayor mempertahankan hatinya, atau justru menyerah pada satu-satunya 'Muse' yang ia miliki?
Plus d’Infos