Padahal ini asrama mahasiswa loh, Seharusnya ada suara canda tawa antara anak asrama, obrolan ringan, musik yang sedikit kencang menembus dinding kamar, atau minimal notifikasi ponsel yang saling bersahutan terdengar. Kenyatannya cuma suara nafas yang terdengar oleh Jewo sendiri, setidaknya ia berusaha terlihat tenang untuk saat ini.
"Fix, ini bukan asrama normal," gumamnya. Ia melirik layar ponsel. Pukul 23.43.
Jewo tidak pernah punya rencana untuk tinggal di asrama. Tapi surat dari kampus membuatnya tidak punya pilihan lain. Penelitian antropologinya baru disetujui dengan satu syarat, ia harus menetap langsung di lingkungan yang menjadi objek kajian penelitian itu sendiri, yaitu Asrama Wijaya.
Katanya, biar dapat pengalaman lapangan yang nyata.
"Eh, kamar nomer tujuh ya?"
"Iya, katanya penghuni baru."
"Buset, berani juga dateng jam segini."
Todos os Direitos Reservados