Jian dan Asthera, dua nama yang telah terukir dalam kenangan masa kecil yang indah. Mereka tumbuh bersama, bermain bersama, dan berbagi rahasia bersama. Persahabatan mereka seperti bunga yang mekar di musim semi, indah dan penuh harapan.
Namun, di balik keindahan itu, ada perasaan yang mulai tumbuh di hati Jian, perasaan yang belum dia pahami. Asthera, dengan senyum manis dan mata yang berkilau, telah menjadi bagian dari hidupnya.
Tapi, takdir memiliki rencana lain. Asthera harus pergi ke Amerika bersama orang tuanya, meninggalkan Jian yang tidak tahu apa-apa. Jian mencari Asthera ke mana-mana, tapi tidak ada kabar, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Seolah-olah Asthera menghilang dari dunia.
Jian berusaha melupakan Asthera, memulai hidup baru di SMA. Dia mencoba fokus pada pelajaran, olahraga, dan kegiatan lainnya. Tapi, kenangan tentang Asthera tidak pernah benar-benar pergi.
Dan kemudian, takdir menemukan mereka kembali. Jian melihat Asthera di lorong sekolah, dengan senyum yang sama, mata yang sama. Tapi, kali ini, ada rasa kecewa yang memenuhi hatinya. Kecewa karena Asthera pergi tanpa kabar, kecewa karena dia tidak tahu apa-apa.
Jian tidak tahu apa yang harus dilakukan, haruskah dia mendekati Asthera lagi, ataukah membiarkan masa lalu tetap di masa lalu?
All Rights Reserved