My Moon And Mood Spirit

My Moon And Mood Spirit

  • WpView
    Reads 3,760
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2026
Puisi-puisi dalam buku ini lahir dari ruang yang tidak selalu terang-tempat di mana perasaan disimpan terlalu lama hingga akhirnya menemukan jalannya sendiri untuk keluar. Setiap tulisan membawa potongan pengalaman tentang cinta yang tidak selesai, rindu yang menetap, dan usaha memahami hal-hal yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan logika. Gaya penulisannya cenderung jujur, spontan, dan tidak dibuat terlalu rapi. Ada bagian yang terasa lembut, tapi ada juga yang tajam dan sedikit gelap. Emosi di dalamnya bergerak antara keinginan untuk bertahan, kebutuhan untuk melepaskan, dan rasa ingin kembali pada sesuatu yang terasa familiar-meskipun belum tentu baik. Di balik tema cinta dan kehilangan, terselip juga lapisan yang lebih dalam tentang koneksi jiwa, intuisi, dan perasaan seolah pernah mengenal seseorang sebelum semuanya benar-benar terjadi. Hal ini membuat puisi-puisi di dalamnya tidak hanya berbicara tentang hubungan dengan orang lain, tapi juga tentang hubungan dengan diri sendiri. Buku ini tidak menawarkan jawaban atau akhir yang sempurna. Sebaliknya, ia menjadi ruang untuk merasakan, mengingat, dan perlahan memahami bahwa tidak semua hal harus selesai untuk bisa diterima.
All Rights Reserved
#1
sadpoetry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seutas Benang |⁠| Lyssa Narandika [SLOW UPDATE]
  • A Realm of Imagination & Courage [SELESAI]
  • Commitment Phobia [Completed]
  • Sajak Detik ✔
  • The Distance Between Us
  • Friendzone With an Artist
  • Vrittanta yang Terlupakan [HIATUS]
  • Crazy Rich Fangirl [Completed]
  • She, The Unfinished Poem
  • Heartless

"Semua orang berhak dapat kesempatan kedua, tapi gak semua orang pantas menerimanya." Kalimat itu terus berulang dalam benak Lyssa, menggema seolah tak mau berhenti sejak percakapan singkatnya dengan sang Ibu. Kalau begitu, pantaskah Ayahnya mendapatkan kesempatan kedua itu? Aku yang keliru atau memang semuanya yang terasa membingungkan? || Red string theory memang benar ada nyatanya. Tentang seorang anak yang giat mengumpulkan potongan potongan benang mengenai kedua orang tuanya, dalam petualangan penuh batin, Lyssa dipertemukan oleh kisah kisah yang sebelumnya tidak terpikirkan olehnya. Akan kah Lyssa sanggup berenang dalam lautan fakta? atau malah, dia akan menyerah mengenai keadilan hidup sejahtera nya? Penasaran dengan kisah Lyssa? ayo baca Seutas Benang || Lyssa Narandika. . . . . . . DILARANG KERAS MELAKUKAN PLAGIARISME. Up tergantung mood. Pic from Pin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines