Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
Dandelion dalam Rembah Sandhya

Dandelion dalam Rembah Sandhya

  • WpView
    LETTURE 1,080
  • WpVote
    Voti 104
  • WpPart
    Parti 10
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, giu 17, 2026
WpInfo
Fanfiction
Jika harus memilih untuk terlahir kembali, mungkin Aksala akan memilih menjadi seonggok batu atau apapun itu asalkan bukan menjadi seorang Aksala Sastra yang harus menghadapi segala hiruk pikuk kebisingan dunia dan orang-orang di sekitarnya. Ia hanya berharap, menjadi batu agar bisa diam tenang di tempatnya. Hidup harus berjalan dengan tawa tanpa boleh terlewat satu hari pun. Sebuah moto dalam hidup Kanaka Langit yang selalu mengemis waktu kepada Tuhan. Yang selalu bernegosiasi agar bisa menghirup udara lebih lama. Yang selalu menaruh harapan tinggi agar esok masih dapat ia jumpai. Hidup memang tidak pernah adil. Itulah kenyataan paling kejam yang seringkali menghantam manusia. Tuhan memberikan banyak waktu pada seseorang yang rela memangkasnya tanpa peduli waktu itu akan segera habis. Sedangkan di sisi lain, Tuhan memberikan batas finish lebih cepat pada seseorang yang masih ingin terus berada pada garis lintasan. Hidup memang tidak pernah adil. Itulah gaung yang setiap hari muncul di kepala Aksala Sastra, tapi tidak pernah sekalipun muncul dalam kepala seorang Kanaka Langit.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Letter to God
  • Keanu
  • Retak yang Sama (REVISI!)
  • Buried Shadow [Revisi]
  • Seiche
  • Denting Yang Pulang
  • [√] THE CASSIOPEIA
  • Lentera Teduh
  • Cetak Biru Shanka
  • Crosswalk

Kepada Tuhan... Kukirimkan sebuah surat yang berisi tanya dan pinta dari seorang anak kecil yang menunggu datangnya dongeng-dongeng indah di kemudian hari yang tak pernah lagi ia dengar. Kepada Tuhan.... kukirimkan surat berupa tanya, benarkah Engkau adalah sebaik-baik perajut takdir? jika iya, lalu mengapa rajutan takdirku terasa cacat dan penuh cela?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti