Dandelion dalam Rembah Sandhya

Dandelion dalam Rembah Sandhya

  • WpView
    Reads 616
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2026
Jika harus memilih untuk terlahir kembali, mungkin Aksala akan memilih menjadi seonggok batu atau apapun itu asalkan bukan menjadi seorang Aksala Sastra yang harus menghadapi segala hiruk pikuk kebisingan dunia dan orang-orang di sekitarnya. Ia hanya berharap, menjadi batu agar bisa diam tenang di tempatnya. Hidup harus berjalan dengan tawa tanpa boleh terlewat satu hari pun. Sebuah moto dalam hidup Kanaka Langit yang selalu mengemis waktu kepada Tuhan. Yang selalu bernegosiasi agar bisa menghirup udara lebih lama. Yang selalu menaruh harapan tinggi agar esok masih dapat ia jumpai. Hidup memang tidak pernah adil. Itulah kenyataan paling kejam yang seringkali menghantam manusia. Tuhan memberikan banyak waktu pada seseorang yang rela memangkasnya tanpa peduli waktu itu akan segera habis. Sedangkan di sisi lain, Tuhan memberikan batas finish lebih cepat pada seseorang yang masih ingin terus berada pada garis lintasan. Hidup memang tidak pernah adil. Itulah gaung yang setiap hari muncul di kepala Aksala Sastra, tapi tidak pernah sekalipun muncul dalam kepala seorang Kanaka Langit.
All Rights Reserved
#943
cortis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEANDRA [HIATUS]
  • Buried Shadow [On Going]
  • Cetak Biru Shanka
  • Sejuta Detik Bersamamu
  • Keanu
  • Paper Heart Days
  • The Notes You Left [On Hold]
  • Kafa dan Kepulangan✓
  • Dear, You!
  • Diary Kenzie Untuk Bunda

anak kembar, satu rumah dan atap namun memiliki takdir yang berbeda ⚠️⚠️ BROTHERSHIP+BROTHERHOOD⚠️⚠️ jangan salah mengartikan ya teman-teman😘😘 KEANDRA= keonho SEANDRA= seonghyeon

More details
WpActionLinkContent Guidelines