Eventide Convergence

Eventide Convergence

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
"Mereka bilang, orang kaya yang sesungguhnya itu tidak berisik. Dan keluarga Panggabean adalah definisi dari keheningan yang mematikan." Ailenn tidak butuh pengakuan tetangga. Sebastian tidak butuh validasi komplek. Bagi mereka, hidup di rumah nomor 27 adalah sebuah Eventide Convergence-titik temu yang tenang di kala senja, jauh dari hiruk-pikuk penilaian dunia. Namun, di sebuah cluster elit tanpa pagar di mana setiap gerak-gerik menjadi tontonan, ketenangan mereka justru dianggap sebagai tantangan. Dituduh bangkrut, difitnah karena perbedaan, hingga diremehkan karena tampil terlalu sederhana-Ailenn menghadapi semuanya dengan senyum tipis. Namun, jika tetangga mulai mengusik ketenangan keluarganya, Ailenn punya cara sendiri untuk memberi pelajaran. Karena pada akhirnya, kelas yang sesungguhnya tidak perlu diteriakkan, dan rahasia yang tersimpan di balik pintu rumah nomor 27 akan membuat seluruh cluster bungkam seribu bahasa.
All Rights Reserved
#998
protective
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Coffee After Morning
  • Almost Married (END)
  • Kesayangan Mas Juragan!
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • AGAIN? Antagonis FIANCE!
  • NINGRUM
  • R É G A L I S [REVISI]
  • HIS LILY HIS LIES
  • SECOND TASTE

Bagi Mika, Aksara adalah dompet berjalan. Sementara bagi Aksara, Mika adalah kekacauan. Mulanya pernikahan mereka hanya sederhana, tanpa cinta, tanpa janji manis, hanya kesepakatan di atas kertas. Aksara yang terlalu logis untuk memercayai perasaan. Sementara Mika yang terlalu manja untuk benar-benar peduli pada cinta. Sampai segalanya mulai bertabrakan. Surat kontrak yang rasanya ingin Mika musnahkan, juga perasaan tak masuk akal yang coba Aksara sangkal. Mika mencoba percaya bahwa kehilangan Aksara adalah kehilangan harta karunnya. Sementara Aksara, mencoba sekerasnya tidak menghendaki Mika masuk lebih dalam ke dalam hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines