ARKANANTA
Oleh: @matcha_latte12
"Di keluarga ini, nomor dua itu artinya GAGAL."
Tiga tahun lalu, kalimat kejam itu tidak hanya menghancurkan mental Arkan, tetapi juga memaksa cowok itu membuang gadis yang paling dicintainya. Di bawah tekanan gila sang ayah, Dimas Pratama, akibat kehancuran persahabatan dan persaingan bisnis yang kotor dengan keluarga Januarnata, Arkan memilih menjadi monster. Dia mengusir Senja dengan kata-kata yang menusuk jantung: "Gue gak butuh cewek lemah kayak lo di hidup gue, Senja. Lo cuma beban."
Senja Maheswari Januarnata pergi membawa luka yang membeku. Tiga tahun mengunci diri dalam sistem homeschooling, Senja menempa otaknya mati-matian. Dia berjanji tidak akan pernah kembali sebagai gadis bodoh yang bisa ditindas demi ego seorang lelaki.
Kini, takdir mempertemukan mereka kembali di kelas XI MIPA 2 SMA Garuda Bangsa.
Arkan telah menjadi sosok tak tersentuh-Ketua Angkatan, pemimpin lingkaran elit bernama Dirgantara, dan penguasa mutlak peringkat paralel satu sekolah. Namun, Senja yang melangkah masuk hari ini bukan lagi gadis yang akan menangis saat pemberiannya dibuang ke tempat sampah. Dia kembali dengan keanggunan yang kokoh, kasta otak yang setara, dan aliansi baru bersama sang primadona sekolah, Freya Zevanya Atmadja.
Saat lembar simulasi akbar dan kompetisi olimpiade mulai dipertaruhkan, meja nomor 10 dan nomor 12 berubah menjadi medan perang dingin. Senja tidak lagi menuntut penjelasan atas masa lalu, dia datang untuk merebut takhta nomor satu milik Arkan dan meruntuhkan egonya yang angkuh.
Di antara tuntutan keluarga, rahasia masa lalu yang perlahan mengelupas, dan debaran lama yang menolak mati-siapakah yang akan bertahan di puncak poros? Serta siapakah yang akan hancur saat dinding es itu runtuh sepenuhnya?
"Gue gak peduli siapa lo di masa lalu, Arkan. Di sekolah ini, lo cuma teman sekelas yang kebetulan duduk di sebelah gue. Jadi, jaga batasan lo." - Senja Maheswari Januarnata.
All Rights Reserved