Satu Maaf Lagi, Ya?

Satu Maaf Lagi, Ya?

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2026
Setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam satu hari yang sama, Ghea dan Naya dipaksa tumbuh lebih cepat dari seharusnya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa berubah menjadi ruang dingin yang meninggalkan kenangan serta luka yang tak akan pernah benar benar sembuh. Ghea memilih menjadi kuat -atau setidaknya hanya terlihat kuat. Ia akan memikul tanggung jawab sendirian, menutup diri dari semua orang yang berusaha masuk kedalam kehidupannya, termasuk Raka -satu satunya orang yang tanpa disadari selalu ada di sisinya. Sedangkan di sisi lain, Naya semakin merasa asing dengan rumahnya yang dulu selalu penuh dengan kehangatan dan kenyamanan. Terjebak dalam bayang bayang kakaknya, ia mulai mencari Ketika masalah keuangan, kesalahpahama bertabrakan, hubungan mereka perlahan retak. Kata-kata yang terucap dalam emosi menjadi jarak yang sulit dijembatani. Hinggakebebasan dengan caranya sendiri, hingga kehadiran Dimas-seseorang dari masa lalu-membuka kembali luka yang belum sempat pulih. Ketika masalah keuangan, kesalahpahaman, dan ego saling bertabrakan, hubungan mereka perlahan retak. Kata-kata yang terucap dalam emosi menjadi jarak yang sulit dijembatani. Hingga pada akhirnya, satu keputusan mengubah segalanya-dan membawa mereka pada kehilangan yang kedua, yang kali ini terasa jauh lebih menyakitkan.
All Rights Reserved
#151
familylife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUKTI AGUNG
  • Halo Gus!!
  • The Lost Cael
  • The Girl Who Was Never Written
  • Tsundere Maniak Susu
  • Figuran Tanpa Peran [END]
  • GALAKSI [HIATUS]
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • ARCHIO KENZO [ END ]
  • After the Fall

(Manipulatif, redflag) Terjadi penggerebekan di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota, para warga desa berbondong-bondong mendatangi sebuah rumah saung yang terletak ditengah hamparan sawah yang ditumbuhi jagung. Laura berusaha menjelaskan, bahwa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Mukti di rumah saung itu, namun tidak ada satupun yang mempercayai ucapannya, bahkan kedua orang tuanya pun tak percaya. Diam-diam, Mukti tersenyum melihat keputusasaan Laura, mungkin dikampung ini, hanya gadis itu yang tau bagaimana gilanya dia. "Rantai bernyawa ini, bakal susah dilepasin neng." bisik Mukti di telinga Laura.

More details
WpActionLinkContent Guidelines