We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
FAMILY (ARALEV)

FAMILY (ARALEV)

  • WpView
    Reads 6,870
  • WpVote
    Votes 1,313
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 5 hours ago
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Romantic Comedy
Happy Ending
"Selamat siang, Ibu Aralie. Maaf mengganggu waktunya sebentar," terdengar suara Ibu Teti dari seberang telepon, nadanya terdengar agak panik tapi diusahakan tetap lembut. "Begini, Bu. Bisa minta tolong datang ke sekolah sekarang? Ini Olin sedang ada di ruang guru." Aralie langsung menegakkan punggungnya. "Olin kenapa, Bu? Berantem lagi ya sama temannya? Atau jatuh?" "Bukan, Bu... Olin tadi... anu, mengompol di kelas," ujar Ibu Teti agak ragu-ragu. "Tadi pas jam pelajaran terakhir, sepertinya Olin menahan buang air kecil karena malu mau izin ke depan kelas. Akhirnya tidak tertahankan lagi. Sekarang anaknya sedang menangis di ruang guru, tidak mau ganti baju seragam cadangan karena malu dilihat teman-temannya." Aralie menepuk jidatnya pelan. "Ya ampun, Olin..." "Lalu ini ada Erine juga di sini, Bu. Tadi Erine langsung lari dari kelas sebelah pas dengar adiknya menangis. Tapi Erine malah kebingungan di pojokan, dia bingung kenapa adiknya bisa mengompol sampai basah semua begitu," tambah Ibu Teti lagi. "Baik, Bu. Saya langsung ke sana sekarang ya. Mohon dititip sebentar Olin-nya," kata Aralie cepat. Menceritakan kehidupan 4 bocah badung Olin Kalendra Nalan Lamaiel Vierine Arnina Visca
All Rights Reserved
#1
parenting
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jatuh Hati
  • The Missing Pieces (END)
  • Becoming Us
  • Langit desa, lampu kota (aralev)
  • Project: Home (End)
  • 14 Stories About Us!
  • My Dearest Sister
  • Blue Devils: Our Untold Story
  • Hear
  • Puzzle

​"Ada ratusan orang yang berteriak lantang demi mendapatkan perhatiannya. Namun, Aralie justru menjatuhkan hatinya pada satu orang yang memilih sunyi di sudut ruangan." Bagi seluruh siswa di SMA Fortyeight School, nama Aralie Shaqueena Putri adalah definisi dari kesempurnaan. Sebagai pengurus inti OSIS yang aktif, cerdas, dan selalu tampil ramah, hidup Aralie selalu dikelilingi oleh lampu sorot. Loker sekolahnya tak pernah absen dari surat cinta, cokelat, hingga perhatian dari para cowok paling populer di sekolah. Namun, tak satu pun dari keriuhan itu yang mampu menyentuh hati Aralie Hingga sebuah siang di perpustakaan sekolah mengubah segalanya Di sudut paling sunyi, di antara aroma buku tua dan temaram cahaya jendela, Aralie menemukan Delyn Arkatama Radhitya. Cowok kasat mata yang duduk di bangku paling belakang kelas mereka. Delyn bukan kapten basket, bukan ketua OSIS, dan bukan tipe cowok yang suka tebar pesona di koridor. Dia adalah ketenangan yang bersembunyi di balik bayang-bayang. Jika mereka tidak tidak sengaja sekelas, Aralie mungkin tidak akan pernah tahu kalau Delyn itu ada Ini bukan cerita tentang cinta segitiga yang rumit atau drama sekolah yang menggebu-gebu. Ini adalah cerita tentang bagaimana Aralie, perlahan tapi pasti, jatuh hati pada sedingin-dinginnya seorang Delyn Arkatama. Dan tentang Delyn, yang dunianya yang sepi perlahan mulai terusik oleh hangatnya senyuman sang gadis OSIS Apakah si kutub utara yang kasat mata ini akan membiarkan Aralie masuk ke dalam dunianya? Atau Aralie harus menyerah pada tembok keheningan yang Delyn bangun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines