Cinta Berbunga 5 Hari adalah kisah tentang cinta yang lahir diam-diam, tumbuh dalam doa, dan berakhir tanpa kepemilikan.
Novel ini menceritakan seorang lelaki kampung yang hidup sederhana, jauh dari kampung halamannya, namun hatinya tertambat pada seseorang yang bahkan belum pernah ia temui. Rasa itu tidak lahir dari percakapan panjang atau janji manis, melainkan dari cerita orang-orang, dari layar ponsel, dan dari doa yang terus ia ulang dalam setiap sujud.
Selama tiga bulan, ia memendam perasaan itu sendirian. Hingga suatu hari, takdir mempertemukan mereka dalam sebuah acara keagamaan di kampung halaman. Pertemuan singkat, tatapan mata, dan senyum sederhana menjadi awal dari lima hari yang terasa begitu hidup bagi hatinya.
Lima hari itu cukup untuk membuat cinta berbunga. Percakapan singkat melalui pesan, rasa rindu yang tumbuh cepat, dan harapan yang diam-diam menguat. Namun kenyataan datang tanpa kompromi: perempuan itu telah memiliki calon pendamping hidup.
Cinta Berbunga 5 Hari bukanlah kisah tentang merebut atau memaksa perasaan seseorang. Novel ini adalah perjalanan batin tentang menerima kenyataan, belajar menahan diri, dan mengikhlaskan tanpa harus membenci keadaan. Tentang bagaimana mencintai dengan dewasa, meski hati harus perlahan melepaskan.
Ini adalah cerita sederhana, religius, dan manusiawi-tentang cinta yang singkat usianya, tetapi panjang pelajarannya. Sebuah kisah bagi mereka yang pernah berharap, lalu belajar merelakan dengan kepala tegak dan hati yang perlahan tenang.
All Rights Reserved