Daraz: When the Call Connected (Hiat)

Daraz: When the Call Connected (Hiat)

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 9, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Bad Boy
Highschool
Aku menyukainya, tapi tidak dengan cara yang berisik. Dia adalah azkara cowo dengan sejuta pesona di sekolah-yang selalu dikerumuni, yang namanya jadi bahan obrolan, yang senyumnya bisa dengan mudah membuat siapa saja jatuh. Sementara aku? Hanya seseorang yang berdiri beberapa langkah di belakang, cukup dekat untuk melihatnya, tapi terlalu jauh untuk benar-benar mengenalnya. Setiap kali dia tertawa, aku ikut merasa hangat. Setiap kali dia berjalan melewati koridor, tanpa sadar mataku mencarinya. Tapi aku juga tahu, di antara banyaknya orang yang menginginkannya, aku hanyalah satu dari sekian banyak kemungkinan yang bahkan mungkin tidak pernah dia sadari. Menyukainya terasa seperti mengejar sesuatu yang tidak bisa kugapai. Bukan karena aku tidak ingin mencoba, tapi karena aku terlalu sadar-dia berada di tempat yang tinggi, sementara aku masih belajar untuk berdiri tanpa ragu. Jadi aku memilih diam. Menyimpan semua rasa ini dalam-dalam, menjadikannya rahasia yang hanya aku dan hati kecilku yang tahu. Karena terkadang, mencintai tidak harus memiliki. Terkadang, cukup melihatnya bahagia saja... meskipun bukan bersamaku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines