"Dewa... maaf ya," suara Theo bergetar di antara isak tangisnya. "Gue suka sama lo." Dewa terdiam. Tatapannya kosong, tapi matanya menyimpan luka. Perlahan ia berkata, "Theo, lo tahu kan... kita udah janji. Kalau salah satu dari kita sampai ngelewatin batas itu, artinya kita nggak bisa lagi jadi teman." Hening. Hanya suara angin yang lewat, seolah ikut menyaksikan dua hati yang sama-sama terluka. Sejak kecil, Dewa dan Theo selalu bersama - tertawa, bertengkar, lalu berdamai lagi. Mereka seperti dua sisi koin yang tak pernah terpisah. Tapi hari itu, segalanya berubah. Persahabatan yang dulu begitu hangat mulai retak... karena perasaan yang tumbuh di tempat yang seharusnya tidak ada. Setiap hubungan punya batasnya masing-masing. Tapi kadang, tanpa sadar... kita sendiri yang melangkah terlalu jauh.
Detail lengkap