Ada rahasia yang lebih gelap dari malam-malam di Manukan.
Ada luka yang lebih perih dari hantaman sepatu lars aparat.
Yogyakarta, 1994. Bagi Nanda, hidup adalah tentang cara berpaling. Berpaling dari sosok-sosok tanpa wajah di lorong kampus, dan berpaling dari kenyataan bahwa kakaknya, Erna, sedang menantang maut di jalanan. Ia hanya ingin menjadi mahasiswa biasa yang tenang, yang rambut sebahunya tidak perlu bersinggungan dengan dunia luar.
Namun, saat kursi di meja makan itu kosong satu per satu, Nanda sadar: mengabaikan kegelapan tidak membuatnya selamat. Kegelapan itu tidak butuh pengakuan, ia hanya butuh mangsa.
Kini, setahun setelah Santi hilang tanpa jejak, Nanda tidak bisa lagi berpaling. Ia harus terjun ke dunia yang selama ini ia benci. Dunia yang akan mengubah warna rambutnya, mengubah hatinya, dan mengubah segalanya.
Inilah kisah tentang mereka yang dipaksa dewasa oleh keadaan. Tentang mereka yang harus bertarung di antara dua dunia yang sama-sama kejam.
Karena terkadang, untuk menyelamatkan yang tersisa, seseorang harus berhenti menjadi manusia.
All Rights Reserved