Mors Infra Horizontem  [Slow Update]

Mors Infra Horizontem [Slow Update]

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2026
Dunia tidak lagi bernafas. Ia hanya... bergerak. Dalam kehancuran yang diciptakan oleh manusia sendiri, Arka Virellia memilih untuk tidak peduli. Sampai dia bertemu seorang anak kecil yang seharusnya sudah mati- Namun tetap hidup, dengan mata yang menyimpan sesuatu yang tidak manusiawi. Bersama Ren Althar, mereka berjalan di dunia yang perlahan membusuk. Mencari harapan. Atau mungkin... alasan untuk menyerah. Karena terkadang- yang paling berbahaya bukanlah monster. Tapi manusia yang menciptakannya. WARNING ⚠️⚠️: •. Cerita hanya karangan semata. FIKSI •. Jika ada kesamaan nama, latar, tempat, maupun waktu itu merupakan hal yang tak di sengaja. •. Tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli. •. Original Character!!!
All Rights Reserved
#66
dystopian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUKTI AGUNG
  • Rawikara
  • Nothing for Me || Imayoshi Shouichi [√]
  • Tsundere Maniak Susu
  • (HIATUS) Hello, Prince! (Iaros X Reader)
  • The Lost Cael (Selesai)
  • Halo Gus!!
  • Onmyōji Hogwarts
  • Isekai the Ruler of the Undead
  • Takdir dan Kepercayaan

(Manipulatif, redflag) Terjadi penggerebekan di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota, para warga desa berbondong-bondong mendatangi sebuah rumah saung yang terletak ditengah hamparan sawah yang ditumbuhi jagung. Laura berusaha menjelaskan, bahwa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Mukti di rumah saung itu, namun tidak ada satupun yang mempercayai ucapannya, bahkan kedua orang tuanya pun tak percaya. Diam-diam, Mukti tersenyum melihat keputusasaan Laura, mungkin dikampung ini, hanya gadis itu yang tau bagaimana gilanya dia. "Rantai bernyawa ini, bakal susah dilepasin neng." bisik Mukti di telinga Laura.

More details
WpActionLinkContent Guidelines