The ones we forgot

The ones we forgot

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
Sore itu, tidak ada yang berbeda. Hanya halte yang sepi, jalanan yang lengang, dan seorang gadis bernama Keira yang berdiri sendirian-terlalu sendirian. Tidak ada yang melihatnya. Tidak ada yang menyapanya. Seolah... ia tidak pernah ada. Hingga seorang lelaki muncul. Aether. Satu-satunya orang yang bisa menatapnya, berbicara dengannya, bahkan menggenggam tangannya seolah semuanya masih nyata. Namun sebelum Elara sempat memahami siapa dia sebenarnya- Aether menghilang. Meninggalkan satu petunjuk: sebuah nama di selembar kertas kecil. Sejak saat itu, dunia Elara perlahan berubah menjadi sesuatu yang asing. Orang-orang menembus tubuhnya. Suaranya tak terdengar. Pantulannya tak lagi sama. Dan yang lebih menakutkan- ia mulai menyadari bahwa dirinya mungkin... tidak seharusnya berada di dunia ini. Dalam pencarian akan kebenaran, Elara bertemu dengan mereka yang senasib-orang-orang yang terjebak di antara "ada" dan "tidak ada". Di dunia yang tidak sepenuhnya hidup, namun juga belum benar-benar hilang. Di sana, satu pertanyaan terus menghantuinya: Apakah mereka dilupakan... atau memang seharusnya tidak pernah diingat? Dan di balik semuanya- siapa sebenarnya Aether?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amazing Mom After Amnesia
  • who i am?
  • Netra : The Untold Story
  • Trace of Tears
  • Senja
  • Menukar Hidup
  • PANGEKAT GETIH
  • KANAGARA [END]
  • DANGEROUS SCHOOL
  • Fraktal Rahasia

Amara terbangun dari koma yang panjang tanpa membawa serta ingatan masa lalunya. Dunia terasa asing baginya. Dalam kebingungannya, ia mendapati seorang bocil menggemaskan yang memanggilnya "Mama". Rasa asing bercampur haru memenuhi hatinya. Amara tidak mengenali anak itu, namun insting keibuannya mendorongnya untuk merawat dan menjaganya. Seiring berjalannya waktu, Amara mulai membangun kembali hidupnya. Ia berusaha keras untuk menjadi ibu yang baik bagi anaknya. Namun, bayang-bayang masa lalunya terus menghantuinya. Melalui potongan-potongan ingatan yang samar-samar, Amara mulai menyadari bahwa ia pernah melakukan kesalahan besar di masa lalu. Ia pernah menjadi seorang ibu yang kejam dan tidak peduli pada anaknya. Rasa bersalah yang mendalam menghantam Amara. Ia ingin menebus semua kesalahan yang pernah ia lakukan. Dengan penuh kasih sayang, Amara membesarkan anaknya. Ia mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan berusaha menjadi sosok ibu yang selalu ada untuk anaknya. Namun, pertanyaan besar masih terus menghantuinya: siapakah ayah dari anak itu? Siapa sebenarnya dirinya sebelum koma? Amara berusaha mencari tahu identitasnya, namun setiap petunjuk yang ia temukan justru semakin mengungkap sisi gelap dari masa lalunya. Warning ⚠️ BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA. VOTE DAN KOMEN SECARA BEBAS ASALKAN SOPAN. Salam hangat dari penulis ✍️

More details
WpActionLinkContent Guidelines