Setelah Jake bercerita tentang Edward, aku merasa seolah ditarik mundur-bukan ke masa kini, melainkan ke diriku yang lama. Ke masa SMA. Entah kenapa, aku memilih masa itu sebagai tempat pelarian, seakan di sanalah aku bisa memahami apa yang kini dialami Edward. Mungkin karena aku iba pada diriku yang dulu. Atau mungkin karena luka itu tidak pernah benar-benar sembuh. Yang aku tahu, menjadi kuat dan terlihat ceria adalah satu-satunya cara bertahan yang kupelajari sejak kecil. Bukan karena aku baik-baik saja, melainkan karena dunia tidak pernah memberi ruang bagi orang yang rapuh terlalu lama. Saat aku mulai berdamai dengan masa lalu-dengan diriku yang pernah hancur pelan-pelan di bangku SMA-satu per satu rahasia Ocean Flower Senior High School justru mulai terkuak. Hilangnya seseorang. Bisik-bisik yang tak pernah dibicarakan terang-terangan. Dan luka-luka lama yang ternyata tidak hanya milikku. Aku mengira aku kembali untuk menyembuhkan diri. Nyatanya, aku kembali untuk menghadapi sesuatu yang sejak awal ingin tetap terkubur. Karena tidak semua bunga layu karena waktu. Beberapa terluka-dan dibiarkan.
More details