Teman Sebangku

Teman Sebangku

  • WpView
    Reads 1,792
  • WpVote
    Votes 199
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2026
Gimana jadinya kalau Arkafa Dirgantara, cowok paling nggak bisa diam dan hobi bolos, harus terjebak duduk sebangku dengan Gyananda Daniswara, si "tiang listrik" pendiam yang irit bicara tapi bermulut pedas? Awalnya, Kafa cuma menganggap Nanda sebagai target empuk buat keisengannya di jam pelajaran yang membosankan. Apalagi Nanda punya visual yang unik: kulit coklat manis yang eksotis dan tubuh yang jauh lebih tinggi darinya, bikin Kafa selalu punya bahan buat ngeledek. Namun, segalanya berubah sejak insiden lupa bawa botol minum saat MOS yang berakhir dengan hukuman lari bareng. Kafa baru sadar kalau di balik sikap dingin dan kulkas dua pintunya, Nanda adalah pawang yang paling sabar menghadapi kegilaannya. Di sisi lain, Nanda yang terbiasa hidup tenang mulai merasa dunianya jauh lebih berwarna sejak si berisik Kafa menariknya keluar dari zona nyaman. Di meja pojok belakang kelas X-4 yang penuh coretan tipe-x, sebuah perasaan mulai tumbuh perlahan.
All Rights Reserved
#972
bllokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • Secret Relationship
  • desa kawitan [END]
  • ELIAN
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • ELION (bl)

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines