[A PingXie Fanfiction] Hangzhou tidak pernah sekejam ini, dan musim dingin tidak pernah terasa sesesak ini. Bagi Wu Xie, ujian Gaokao bukan lagi satu-satunya pacuan hidup mati. Di dalam rongga dadanya, sebuah anomali langka bernama Tǔ Huā Bìng sedang mengakar dengan rakus. Penyakit muntah bunga itu adalah harga yang harus ia bayar karena telah menjatuhkan hatinya pada Zhang Qiling-sang mentor rupawan yang terlampau jauh untuk digapai. Lembar demi lembar materi pelajaran berganti, selaras dengan warna kelopak mawar yang keluar dari tenggorokannya. Putih, merah muda, hingga merah saga yang pekat. Tubuhnya kian ringkih, aroma mawar mulai menguar samar dari kulitnya, namun bibirnya tetap bungkam. Wu Xie memilih bertaruh dengan maut; ia hanya akan bersuara jika ia berhasil menginjakkan kaki di Universitas Zhejiang, tempat Xiao Ge berada. Ini adalah kisah tentang sebuah cinta sepihak, ambisi yang membakar, dan kelopak bunga terakhir yang menolak untuk gugur.
Más detalles