We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BIRU
  • WpView
    Reads 675
  • WpVote
    Votes 469
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Second Chance
Dark Romance
Di balik biru yang tenang, kadang tersimpan luka paling dalam. Tentang masa lalu, keluarga, dan pengkhianatan orang terdekat. Tuntutan dan tekanan datang dari berbagai arah, menjerat langkah, termasuk Ranu. Ranu kembali ke Indonesia dengan satu harapan sederhana. Menemukan kembali Biru serta segala yang utuh. Namun, Biru tidak ada lagi di tempat itu. Ia seolah menghilang tanpa kabar, pesan, dan jawaban. Lalu di antara yang tersisa, Ranu perlahan menyadari-cinta sederhana-kadang bisa lahir paling menyakitkan. ©NS.Sea
All Rights Reserved
#925
hati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiket Sekali Jalan [Tamat]
  • Little Bygael
  • Can I Be Me?
  • Innocent Flaws
  • Twins Of The Moon
  • Lembah Biru
  • Part Of Class
  • The Forgotten Princess of Blood Crown [on going]
  • Letters I Never Sent to You (Tamat)

Sejak prahara di rumah meruntuhkan duniaku, aku terpaksa melangkah ke aspal jalanan dan memulai debut sebagai penumpang bus kota. Di sanalah aku menemukan Roqi-titik terang di tengah remang halte pagi. Sosok jangkung yang ketenangannya membungkam hiruk-pikuk kota, bagiku setidaknya. Roqi adalah teka-teki yang tak seharusnya ada di sini. Ia memiliki binar yang seharusnya milik kursi beludru mobil mewah, bukan tempat bagi debu untuk menjamah. Lewat candaan kopi dan skenario imajiner yang manis, aku mencoba meruntuhkan tembok di antara kami. Hingga perlahan, bus ini berubah menjadi ruang rahasia; tempat di mana aku bisa menanggalkan luka dan menjadi siapa saja. Kami menciptakan surga kecil dari bualan manis dan tawa yang dicuri. Namun, bus ini memiliki tujuan, dan dunia kami memiliki batas. Saat mesin menderu, aku mulai meragu; apakah ia benar-benar sebuah rumah untukku pulang, atau sekadar penumpang yang tengah menunggu jadwal keberangkatan? [Tamat]

More details
WpActionLinkContent Guidelines