THE LIFE IS FUNNY

THE LIFE IS FUNNY

  • WpView
    Reads 505
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
Semuanya berawal dari segelas double espresso dan mesin kopi yang rusak di Bandara Frankfurt. Bagi Gawon, Jens Castrop hanyalah "bule arogan" yang tidak punya sopan santun. Pria itu menyebalkan, bermulut tajam, dan senang menghancurkan harga dirinya. Dan bagi Jens, Gawon adalah perempuan kaku, galak, dengan gengsi sebesar tata surya dan hairspray yang menusuk hidung. Tapi satu hal yang mereka sadari tapi enggan akui, bahwa jauh di balik wajah menyebalkan dan kata-kata sarkastik itu, ada rasa ketertarikan yang nyata. Hubungan mereka yang diawali rasa jengkel yang teramat sangat, perlahan berubah menjadi rahasia yang paling ingin mereka jaga.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • can i love you a little while longer?
  • STOLEN GIRL
  • Sequoia || JAESOO ✔
  • Who?
  • Almost Us
  • Budak Cinta
  • FIRE ON FIRE (2026) - ON GOING
  • ADMIRER (SELESAI)
  • Stuck with U
  • blue sapphire

"Dan aku capek suka sama kamu," ucap Salsa di tengah hening malam. Kalimat itu cukup untuk membuat Ardan menghentikan kegiatannya. Ia menoleh, menatap gadis itu lekat-kamera yang sejak tadi sibuk ia mainkan perlahan ia turunkan. "Gue gak minta lo suka sama gue," jawab Ardan datar. "Tapi kamu yang bikin aku jatuh cinta sama kamu." Salsa tersenyum tipis, tangan kecilnya menyibak anak rambut Ardan yang beterbangan ditiup angin malam. Malam itu, mereka berada di atap salah satu rumah sakit di Jakarta. Salsa baru saja diopname karena asam lambungnya kambuh. Ardan datang tergesa-gesa setelah mendengar kabar tersebut. "Dan... peluk, dingin," pinta Salsa manja. Tanpa kata, Ardan menaruh kameranya di kursi lalu langsung menarik tubuh Salsa ke dalam pelukannya. Hangat. "Maaf ya, udah ngebebanin kamu sama perasaan aku." "Sakit aja masih bisa cerewet," gumam Ardan, sambil mengeratkan pelukannya dan mengusap punggung Salsa lembut. Malam ini, Salsa tidak seceria biasanya. Wajahnya pucat, tubuhnya panas. "Masuk yuk, tambah dingin," ajak Ardan. Salsa menggeleng pelan. Di dalam pelukan Ardan, ia merasa lebih baik. Lebih hidup. Diam sejenak. Lalu suara lirih keluar dari mulut Salsa. "Dan, can I...?" Ardan menaikkan alis, menatap wajahnya. "Can I love you a little while longer?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines