Jena's

Jena's

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Apr 14, 2026
Gio saat ini sedang memarahiku karena ia melihat aku berdandan,ia mengira aku ingin tampil mencolok agar semua pria memperhatikan Ku... Aku berdandan agar terlihat cantik di matanya,agar ia tak berpaling dariku,aku takut suatu saat pacar Ku ini akan pergi meninggal kan Ku sendiri... "Stop memakai riasan di wajahmu,apa kau ingin menjadi pusat perhatian para pria ha?kau terlihat aneh dengan riasan-riasan di wajah mu itu"ucap lelaki yang ada di hadapannya. "Iya lain kali aku tidak akan memakai nya" ......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • The Servant [James Harem]
  • Jodoh Pilihan Mama
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • MINE [Keonhyeon]
  • Possessive Male Lead
  • TOXIC BOYFRIEND
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • I'm Not Just a Figuran
  • CONTROLLED CHAOS

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines