Ardhaneswari
Raespati selalu tahu ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya.
Sejak kecil, ia kerap mengalami mimpi-mimpi aneh tentang tempat asing, cahaya redup, dan sosok-sosok yang seolah mengenalnya. Setiap kali mimpi itu datang, Raespati akan menghilang dari kamarnya dan ditemukan di tepi sungai dekat rumah, tanpa ingatan jelas bagaimana ia bisa sampai ke sana. Dari sanalah semuanya bermula.
Kini, sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Raespati berusaha menjalani hidup normal bersama dua sahabatnya: Bella yang cuek, ceplas-ceplos, dan penuh lelucon, serta Aurel yang pendiam, lembut, dan selalu peduli. Namun dunia "normal" itu perlahan retak ketika Raespati kembali dihantui mimpi-mimpi lama dan ketika ia bertemu Dika, sahabat tak kasatmata yang selalu berada di sisinya sejak kecil.
Segalanya semakin rumit saat seorang dosen misterius bernama Pramdipta muncul di kampus. Tatapannya terasa terlalu familiar, seolah mengenal Raespati jauh sebelum pertemuan mereka. Bersamaan dengan itu, ingatan masa lalu yang terkubur mulai bangkit, mengungkap ikatan lama, kutukan kuno, dan rahasia yang melampaui batas hidup dan mati.
Di antara tugas kuliah, grup chat penuh candaan Gen Z, dan keseharian mahasiswa, Raespati harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua mimpi adalah bunga tidur sebagian adalah panggilan dari masa lalu yang belum selesai.
Karena terkadang, yang paling berbahaya bukanlah hantu...
melainkan ingatan yang akhirnya memilih untuk kembali.