Fladhera II

Fladhera II

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 31, 2026
Pertemuan mereka pernah terasa seperti takdir, sampai sebuah kecelakaan merenggut ingatan Ardly dan memaksa Fladhera pergi dengan hati yang masih tertinggal. Namun saat ingatan itu kembali, Ardly datang bukan untuk memohon, melainkan menuntut takdirnya dikembalikan. Karena bagi Ardly Romeero, Fladhera Maheswara bukan masa lalu yang bisa dilupakan. Ia adalah rumah, luka, dan obsesi yang akan ia rebut kembali. "I remembered her to reclaim what was always mine."
All Rights Reserved
#59
highsociety
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hi Hera!
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • My Beloved Anti Fan
  • KALJEND ✔️
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • ADOPT THE FUTURE
  • Aku Tokoh Utamanya : Penyesalan II (END)
  • HIGH HEELS & HIGH STAKES
  • The Wrong Alexander
  • Kutukan (Tamat)
Hi Hera!

"Stop ikutin aku!!" Langkah yang semula pelan menjadi tergesa saat Hera melihat Laki-laki di belakangnya yang terus mengikutinya. "No, Love. I want to make sure you're okay" "Kita udah putus Je! jangan ganggu aku!" "I never agreed to it" Dia Helera Varadisa gadis pintar yang banyak di kenal di sekolahnya dengan ciri khasnya pita biru yang selalu tampil cantik di rambutnya. Kehidupannya yang awalnya hanya seputar belajar, membaca, dan menulis berubah lebih menyenangkan kala ia bertemu dengan Jerald Van Derico. Laki-laki yang kehidupannya bertolak belakang dengan Helera, Jerald bukan anak yang terkenal karena kepintarannya ia justru dikenal karena sering membuat keributan dengan teman-temannya. Meski begitu Hera senang menjalin hubungan dengan Jerald, meski harus dengan keadaan backstreet. Awalnya semula Hera yakin kisah masa abu-abu nya memang lebih manis setelah mengenal Jerald, sebelum sesuatu terjadi menghancurkan keyakinan Hera. "Je kamu beneran belum punya pacar kan?" Jerald yang di beri pertanyaan itu dengan tegas menggeleng sebagai jawaban. Setelah melihat dengan jelas interaksi Jerald dengan gadis itu Hera menggelengkan kepalanya pelan. Hera segera pergi dari tempat itu, ia tak ingin membiarkan hatinya lebih lama lagi merasa sakit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines