FAMILY (ARALEV)
"Selamat siang, Ibu Aralie. Maaf mengganggu waktunya sebentar," terdengar suara Ibu Teti dari seberang telepon, nadanya terdengar agak panik tapi diusahakan tetap lembut. "Begini, Bu. Bisa minta tolong datang ke sekolah sekarang? Ini Olin sedang ada di ruang guru."
Aralie langsung menegakkan punggungnya. "Olin kenapa, Bu? Berantem lagi ya sama temannya? Atau jatuh?"
"Bukan, Bu... Olin tadi... anu, mengompol di kelas," ujar Ibu Teti agak ragu-ragu. "Tadi pas jam pelajaran terakhir, sepertinya Olin menahan buang air kecil karena malu mau izin ke depan kelas. Akhirnya tidak tertahankan lagi. Sekarang anaknya sedang menangis di ruang guru, tidak mau ganti baju seragam cadangan karena malu dilihat teman-temannya."
Aralie menepuk jidatnya pelan. "Ya ampun, Olin..."
"Lalu ini ada Erine juga di sini, Bu. Tadi Erine langsung lari dari kelas sebelah pas dengar adiknya menangis. Tapi Erine malah kebingungan di pojokan, dia bingung kenapa adiknya bisa mengompol sampai basah semua begitu," tambah Ibu Teti lagi.
"Baik, Bu. Saya langsung ke sana sekarang ya. Mohon dititip sebentar Olin-nya," kata Aralie cepat.
Menceritakan kehidupan 4 bocah badung
Olin Kalendra
Nalan Lamaiel
Vierine
Arnina Visca