Di kampus Ardentia University, musik bukan sekadar suara. Ia adalah cara untuk bertahan, cara untuk dikenang, dan cara untuk tidak sepenuhnya hilang.
Northbound Youth pernah hampir menjadi sesuatu yang besar. Sampai satu kesalahan kecil, satu keputusan yang terlalu keras kepala, dan satu momen yang tidak pernah mereka bahas lagi membuat mereka kehilangan arah sebelum benar-benar sampai di tujuan.
Sekarang mereka hanya band kampus yang bermain di panggung-panggung kecil, seolah masa ketika mereka hampir menandatangani masa depan mereka sendiri tidak pernah benar-benar ada.
Di sisi lain, After Dusk Theory tidak pernah menoleh ke belakang. Bagi mereka, masa lalu hanyalah bukti bahwa seseorang pernah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan, dan tidak semua orang berhasil melakukannya.
Di antara dua dunia yang saling berlawanan itu ada Eclipse Festival, sebuah acara seni terbesar di kampus Ardentia University yang seharusnya menjadi panggung, bukan medan perang.
Semua dimulai sebagai proyek kreatif. Sampai Aurelie Eliana masuk ke dalamnya, seorang creative director yang percaya bahwa seni tidak harus terasa nyaman untuk menjadi indah.
Dan Nathaniel Arkana, vokalis dari band Northbound Youth yang mulai retak itu, tidak pernah bersiap menghadapi seseorang yang bisa melihat dirinya terlalu jelas tanpa pernah benar-benar memintanya untuk menjelaskan apa pun.
Beberapa pertemuan sering kali hadir bahkan ketika tidak direncanakan. Beberapa suara tidak pernah benar-benar saling mencari. Namun di bawah cahaya Eclipse Festival, tidak semua hal bisa tetap tersembunyi. Dan tidak semua yang retak benar-benar sudah terlanjur tak lagi bisa diperbaiki.
Karena ketika lampu panggung menyala dan sorotan jatuh tepat di tempat yang paling ingin disembunyikan, tidak ada lagi yang bisa pura-pura tidak melihat apa yang sebenarnya sedang runtuh.
All Rights Reserved