The Silent Treaty || Nicholas &Team

The Silent Treaty || Nicholas &Team

  • WpView
    Reads 247
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2026
WpInfo
Fanfic
"Dua tahun, Aurelia. Tanpa perasaan, tanpa drama. Hanya status." Bagi Nicholas, pernikahan hanyalah sebuah langkah strategis untuk mengamankan posisinya sebagai pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarganya. Dia tidak butuh cinta; dia hanya butuh seorang istri yang tahu cara berakting di depan kamera dan dewan direksi. Bagi Aurelia, pernikahan ini adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan firma arsitektur peninggalan ayahnya yang berada di ambang kehancuran. Dia sepakat menjual dua tahun hidupnya, asalkan dia bisa menjaga hatinya tetap aman di balik dinding profesionalisme yang tinggi. Namun, tinggal di bawah satu atap ternyata tidak sesederhana isi kontrak setebal dua puluh halaman itu. Di balik pintu penthouse yang tertutup rapat, batas antara akting dan kenyataan mulai mengabur. Tatapan Nicholas yang terlalu intens, sentuhan yang tak lagi terasa kaku, hingga keheningan malam yang perlahan mengikis kebencian mereka. Saat kontrak mulai mendekati tanggal kedaluwarsa, mereka dihadapkan pada satu pertanyaan yang tidak pernah ada dalam perjanjian: Apa yang terjadi jika salah satu dari mereka melanggar aturan utama dan jatuh cinta?
All Rights Reserved
#30
team
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • I Want to Live [END]
  • Second
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • The King & The Doctor ✓
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Given || Ju Jihoon
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines