Mr. CEO, Stop Being My Enemy! (END)

Mr. CEO, Stop Being My Enemy! (END)

  • WpView
    LETTURE 820,024
  • WpVote
    Voti 20,449
  • WpPart
    Parti 64
WpMetadataReadCompleta ven, mag 1, 2026
"Nggak usah panik. Kalau kita berdua masih jomblo di umur tiga puluh, kita nikah aja. Win-win solution, kan?" Bagi Azura Shyneda, kalimat itu hanyalah sampah dari mulut musuh bebuyutannya di SMA, Bagas Maheswara. Azura lebih memilih menikahi tiang listrik daripada harus bersanding dengan cowok pembuat onar itu. Namun, siapa sangka takdir punya selera humor yang sangat buruk. Sepuluh tahun kemudian, Bagas kembali ke hidup Azura sebagai CEO tampan di perusahaannya-lengkap dengan aura arogan dan senyum mengejek yang masih sama. Dan Azura, sialnya, adalah sekretaris pribadinya. Janji konyol masa remaja itu tiba-tiba ditagih. Terjebak dalam tekanan keluarga yang bosan bertanya "Kapan nikah?", dan Bagas yang merasa ini adalah kesempatan emas untuk menyiksa Azura seumur hidup, mereka pun sepakat untuk menikah. • • • RANK: 🥇#1. Cinta (01/05/2026) 🥇#1. Usil (01/05/2026) 🥇#1. Novel Romansa (01/05/2026) 🥈#2. Novel Indonesia (01/05/2026) 🥉#3.Comedy (07/05/2026)
Tutti i diritti riservati
#1
benci
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • My Celestia [ON GOING]
  • The Villain Mother
  • Be My Wife
  • The Last Yes!
  • Hello, KKN!
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti