Amor Vincit Omnia

Amor Vincit Omnia

  • WpView
    Reads 257
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2026
Di balik tiga kata suci yang dikumandangkan para penjajah - Gold, Glory, Gospel - tersembunyi agenda keempat yang tak pernah tercatat dalam buku sejarah manapun: Gay. Tahun 1595, di bawah bulan purnama Banten, seorang navigator Belanda bernama Pieter van Leeuwen mengucapkan sumpah terlarang bersama tiga awak kapalnya: "Gold untuk kantong, Glory untuk mahkota, Gospel untuk jiwa... dan Gay untuk hati yang tak terkalahkan." Di balik misi resmi VOC menjajah Nusantara, tersembunyi tujuan keempat yang gelap dan mematikan: menyebarkan ikatan cinta sesama pria sebagai senjata penaklukan paling ampuh. Bukan dengan pedang, bukan dengan Alkitab, melainkan dengan tubuh dan nafsu yang tak bisa ditolak. Dari istana Banten, keraton Mataram, pesantren-pesantren Jawa, hingga perkebunan Priangan dan tebing Cirebon - sebuah persaudaraan rahasia bernama Fraternitas Amoris Virilis menyebar dalam diam selama lebih dari 350 tahun. Raja, sultan, ulama, panglima, priyayi, bahkan santri... semua jatuh ke dalam pelukan yang manis sekaligus mematikan. Karena kadang, penjajahan paling berbahaya bukan yang dilakukan dengan kekerasan. Melainkan yang dilakukan dengan kenikmatan. "Mereka datang untuk emas, kemuliaan, dan Injil... Tapi yang mereka tanamkan di Nusantara adalah dosa paling manis sepanjang sejarah."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pusaka Sang Pangeran
  • Office of Secrets
  • Hunger: Appetite
  • PAKU DESA : Pasak Jagat Lemah Paranti
  • Terjerat Abang Ipar [ BL ]
  • Stttt... IT'S OUR SECRET 🔞
  • Samudra yang Jauh Disana
  • Tinta Hitam Rumah Tangga
  • PAK DUDA KAMPUNG
  • SEBULAN : ADIK - ABANG

Di balik hiruk-pikuk dunia yang tak memberi jeda, Kevin mencoba kabur dari hidupnya. Di sisi lain, Raga terjebak adat yang mengikat takhta. Keduanya tidak mencari apa pun- namun di sendang tersembunyi, mereka justru menemukan satu sama lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines