---
Di kelas 11 IPS 2, ada dua nama yang hampir gak pernah disebut dalam satu kalimat.
Yang pertama, *Adipati*.
Anak pojok jendela. Datang telat, pulang duluan, absen seminggu tanpa alasan tapi nilai ujian selalu di atas rata-rata. Kalau ditanya guru, jawabnya irit: "Izin, Bu." Kalau ditanya teman, dia cuma ngangkat bahu. Seragamnya sering kusut, sepatunya kadang beda warna talinya, tapi anehnya gak ada yang berani ngejek. Bukan karena dia galak. Karena dia kayak gak ada. Bayangan yang kadang keliatan, kadang enggak. Sekali muncul, biasanya cuma buat naruh tugas di meja guru terus ngilang lagi.
Kata anak-anak: "Adipati tuh NPC. Ada tapi gak ngaruh ke alur."
Yang kedua, *Anindita*.
Anak baris ketiga dari belakang, persis di tengah. Gak ranking, gak remed, gak ikut ekskul, gak bikin masalah. Nilainya aman, pertemanannya aman, ekspresinya aman. Semua serba aman sampai gak ada yang inget dia pernah ngomong apa di kelas. Sekalinya presentasi, suaranya kecil kayak berbisik ke papan tulis. Sekalinya piket, dia beresin lebih bersih dari yang lain biar gak ditegur.
Kata wali kelas waktu bagi rapor: "Anindita rajin, gak neko-neko. Pertahankan ya, Nin."
---
All Rights Reserved