Realm Breaker

Realm Breaker

  • WpView
    Reads 965
  • WpVote
    Votes 586
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
Dunia mereka seharusnya biasa saja. Hingga sebuah pusaran misterius mengubah segalanya. Moa dan teman-temannya terlempar ke dunia kultivasi yang kejam, tempat kekuatan menentukan segalanya dan rahasia masa lalu mulai terungkap satu per satu. Di tengah pencarian jati diri dan asal-usul kekuatan dalam dirinya, Moa harus menghadapi kehilangan, pengkhianatan, dan kebenaran yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Ketika batas antara dua dunia mulai runtuh, satu pertanyaan tersisa- dunia mana yang sebenarnya nyata?
All Rights Reserved
#364
teenfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Akhir Perang
  • Zicarus : The Sun Arc(Terbit)
  • 100 DAYS
  • Takdir; Yang Indah
  • Murder For Revenge [END]✔️
  • Kahalangin Sentana
  • Les Matematika | l.h.
  • JEREMYA BETWEEN FAITHFUL AND US  [Tahap Revisi]
  • Menjelajah Dunia Orang Gila
  • Awan Terjatuh [SEGERA TERBIT]
  • Does He Know? | BTS JK
  • ASNAMIRA [SELESAI]
  • Dongeng 00.00
  • DIARY PUTIH ABU [ Complete ]
  • Arch Enemy, Madman!
  • My Story Comes To Life [COMPLETED & TERBIT]
  • Bentala Dama
  • 𝑫𝒂𝒓𝒂'𝒔 𝑳𝒐𝒗𝒆 𝑺𝒕𝒐𝒓𝒚
  • Cinta atau Tulus? [ Vtuber Souta Izumi]
  • Tempat Singgah Ternyaman

Cerita ini menceritakan seorang anak yang selalu dibeda-bedakan oleh kakaknya, hingga akhirnya Ia memutuskan untuk melakukan hal yang salah... "Di meja makan ini, kursi selalu lengkap berjumlah empat. Namun bagi mereka, hanya ada tiga piring yang perlu diisi. Aku terbiasa menelan sunyi saat tawa kakak dan kedua orang tuaku memenuhi ruangan, seolah keberadaanku hanyalah dekorasi dinding yang berdebu. Rumah ini selalu punya cara untuk mengingatkan aku bahwa aku hanyalah figuran dalam potret keluarga kami yang sempurna. Suara tawa Papa, Mama, dan Kak Aruna yang terdengar dari balik pintu ruang makan itu seperti melodi dari dunia lain-dunia yang tidak pernah mengizinkanku masuk." "Di rumah ini, di balik bayangan koridor yang gelap, aku belajar dua hal: ada jenis sepi yang jauh lebih menyakitkan daripada sendirian di tengah hutan, yaitu merasa asing di rumah sendiri, dan tidak semua orang yang melahirkanmu, benar-benar menginginkan kehadiranmu." -Ayara kashina sander-

More details
WpActionLinkContent Guidelines