We Make That Cemara

We Make That Cemara

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 23, 2026
Pagi hari dimulai dengan keriuhan di meja makan, di mana Eve dengan cekatan memastikan semua orang memulai hari dengan energi positif. Sementara itu, Willyasha sering kali menyisipkan nasihat hidup di sela-sela candaan saat mengantar anak-anak berangkat. Konflik-konflik kecil seperti berebut remote TV antara Raden dan Ishia, atau diskusi serius Edward mengenai masa depan diselesaikan bukan dengan amarah, melainkan dengan komunikasi yang terbuka. Di malam hari, ruang keluarga menjadi saksi bisu momen-momen berharga saat mereka berkumpul untuk sekadar bertukar cerita tentang apa yang mereka lalui sepanjang hari. Keluarga Willyasha bukan sekadar tentang tempat tinggal bersama, melainkan tentang bagaimana lima kepribadian berbeda belajar untuk saling melengkapi, tumbuh dalam kasih sayang, dan menghadapi dunia sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Auto Save!
  • SEMPURNA
  • ELION (bl)
  • 🤍 Chuchuz
  • The Apricus: INKEETAKHO P1Harmony
  • 𝐀𝐏𝐏𝐀𝐑𝐈𝐓𝐈𝐎𝐍 ✦ sɪxᴛᴏɴᴇs ✔
  • D. [ON HOLD]
  •  Bf (Sungjake)
  • The Antagonis Hates Socializing [End]

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines