We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ARDEN
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"24 jam bersama kamu" Aruna Angelica remaja yang sangat pintar namun sayang, dia tidak punya banyak teman dan hanya mempunyai satu teman saja. Aruna adalah remaja yang cukup pintar di sekolahnya tapi dengan fisik nya, banyak orang tidak suka dengan ia. Tapi.. siapa sangka? Aruna ternyata adalah gadis yang sangat cantik, tapi hanya pura pura cupu agar ia tahu siapa yang bener bener mau berteman dengan nya bukan hanya memanfaatkan nya. Tapi belum sampai dua tahun di sekolah itu, ada satu orang yang sudah tau kalau Aruna hanya pura pura cupu. Dan siapa kah orang itu? Yapp Raider Mahendra, remaja dingin, cuek dan ya kata orang orang dia sangat kejam dan keras kepala. Dan gimana bisa Laki laki itu tau mengenai Aruna? Ikuti saja ceritanya
All Rights Reserved
#34
arden
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines