We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Invisible Genius

The Invisible Genius

  • WpView
    Reads 2,592
  • WpVote
    Votes 223
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
Highschool
Billionaires and CEOs
[ON-GOING] 18+ Isabella mungkin terlihat sempurna dengan wajah rupawan, namun di sekolah di mana kepintaran dan nama besar keluarga lebih berarti daripada apa pun, ia hanyalah satu dari sekian banyak entitas yang dianggap di bawah standar. Setidaknya... itu yang mereka pikirkan. Tidak ada yang tahu bagaimana ia bisa berada di sana. Tidak ada yang benar-benar mengenalnya, dan Isabella pun tidak pernah berusaha untuk menjelaskan. Karena semakin mereka meremehkannya, semakin mudah baginya untuk tetap memainkan peran. Setidaknya, sampai waktu yang tepat tiba. Tidak ada tas bermerek. Tidak ada perhiasan mencolok. Tidak ada simbol kemewahan yang biasa dipamerkan di sekolah itu. Namun entah kenapa... Saat ia melangkah memasuki gerbang sekolah di hari pertamanya, semua mata tertuju padanya. Seolah tanpa usaha, kehadirannya menjadi pusat dari "tata surya" pagi itu. Karena di balik tampilannya yang sederhana, dan nilai di atas kertas yang nantinya terlihat biasa saja, ia menyimpan sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar kecerdasan. Dan di sekolah yang dipenuhi para jenius dan pewaris ini, tidak ada yang siap ketika rahasia itu mulai terungkap.
All Rights Reserved
#903
obsessed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines