Dunia ini tidak pernah benar-benar sunyi bagi Gawin, sampai malam itu tiba.
Aroma wine yang biasanya menenangkan, kini tercium seperti racun. Suara tawa Joss yang biasanya menjadi musik favoritnya, kini terdengar seperti belati yang mengoyak harga dirinya. Gawin tidak pernah menyangka bahwa orang yang paling ia percayai adalah orang yang dengan tega menjadikannya bahan tontonan dan taruhan di depan teman-temannya.
Di balik pintu kondo yang tertutup rapat, bukan kemesraan yang ia dapatkan, melainkan sebuah penghancuran sistematis atas raga dan jiwanya.Gawin mengira ia sedang dicintai. Padahal, ia sedang dikuliti.Kini, di setiap sudut gelap, di setiap sentuhan yang tak sengaja, Gawin selalu tersentak. Tubuhnya mengingat rasa sakitnya. Pikirannya mengingat pengkhianatannya. Ia telah memutuskan untuk mati dalam diam bagi dunia Joss, membawa trauma yang tak terlihat namun berdarah setiap waktu. Sementara itu, Joss baru menyadari satu hal: Menyesal adalah hukuman mati yang paling lambat. Dan ia sedang menjalaninya sekarang
All Rights Reserved