Naungan Baru
Iqbal pernah punya rumah-sederhana, hangat, dan utuh-sampai satu kecelakaan merenggut semuanya, menyisakan dirinya dan dua anak yang terlalu kecil untuk memahami kehilangan.
Satu tahun kemudian, ia kembali dipaksa membangun "rumah" baru.
Bersama Deandria.
Kakak dari laki-laki yang pernah ia cintai.
Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang tanggung jawab yang terasa terlalu berat untuk ditolak.
Deandria tidak pernah siap menjadi istri, apalagi ibu.
Dan Iqbal... terlalu takut kehilangan lagi sampai tak berani berharap apa-apa.
Di bawah satu atap yang sama, mereka hidup dengan jarak yang tak terlihat-menjaga batas, menahan diri, dan berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Sampai perlahan, tanpa mereka sadari, kehadiran satu sama lain mulai mengubah hal-hal kecil-tatapan yang bertahan lebih lama, langkah yang saling menunggu, dan rasa yang tumbuh di tempat yang seharusnya kosong.
Karena terkadang,
rumah bukan tentang siapa yang kita pilih.
Tapi tentang siapa yang tetap tinggal...
saat kita tidak punya apa-apa lagi untuk dipertahankan.