SCATTERED HEART

SCATTERED HEART

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 17, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis itu datang layaknya badai Begitu tiba-tiba tapi menghacurkan segalanya Tembok yang aku bangun runtuh sekejap mata Meninggalkan kekosongan lain yang lebih menyakitkan hati dan raga -Han Jun Ho- Aku seolah-olah bisa melihat bayangan diriku dalam laki-laki itu Dua orang yang terlihat begitu kokoh namun rapuh Aku memanfaatkan kebaikannya untuk berteduh dari badai hidupku Tapi siapa sangka ia lebih membutuhkan pertolongan daripada diriku -Choi Sae An- Han Jun Ho tidak menyangka kedatangannya ke Pulau Ganghwa untuk mengenang hari kematian orang tuanya justru pulang membawa seorang gadis ke dalam pelukannya. Hanya karena kasihan melihat hidupnya yang begitu menyedihkan, Jun Ho lupa bahwa dirinya pun tidak kalah menyedihkan dari gadis itu. Ia kini sadar bahwa ia membawa pulang masalah, tapi apa gunanya? Semuanya sudah terlambat. Novel ini pernah diterbitkan di Airiz Publishing tahun 2021 ISBN : 978-623-7657-90-3
All Rights Reserved
#1000
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines