LUMEN NOSTRUM

LUMEN NOSTRUM

  • WpView
    MGA BUMASA 4,166
  • WpVote
    Mga Boto 503
  • WpPart
    Mga Parte 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish about 9 hours ago
Indonesia Ciel De Astralon, putra ke tiga ASEAN Alleo De Astralon. Bocah pemalas kesayangan keluarga Astralon Bocah pendek dengan surai merah putih, pipi Chubby, suka yang manis-manis, dan kadang-kadang polos. Hidupnya yang tadinya damai harus berubah karena ulah dua kakak sulungnya, dia harus pergi ke Academy Elarion bersama saudara-saudaranya. Dan inilah dia, kisah hidup Indonesia Ciel De Astralon. #Terinspirasi dari EPISTROFI
All Rights Reserved
#12
magic
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  •   My Switched Daughter END
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • New life, New problems [END]
  • GALEN PRADIPTA
  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!
  • The Duke'S Red String
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • A Family of Villains

Elia, gadis kecil berusia tujuh tahun, sudah dipaksa mengamen oleh ibunya sejak usia empat tahun. Hidupnya hanya dipenuhi bentakan, rasa lapar, dan malam-malam tanpa pelukan. Ia tak tahu rasanya disayang-dan perlahan, ia berhenti berharap. Sampai suatu malam, Elia tertidur dalam tangis dan terbangun di dunia novel yang pernah ia lihat di lapak buku bekas. Ia berada dalam tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun-putri kandung dari keluarga kaya, yang ditukar oleh pembantunya sejak bayi. Akibatnya, si anak kandung justru tumbuh dalam perlakuan kejam, dikucilkan, dan dijadikan pelayan di rumah sendiri, karena keluarga aslinya tidak tahu kebenarannya. Kisah dalam novel itu berawal dari kematian sang ibu saat melahirkan, tanpa pernah tahu bahwa bayinya telah ditukar. Sementara anak kandung si pembantu, yang dibesarkan sebagai anak majikan, justru hidup penuh kasih sayang dan tumbuh menjadi anak sombong yang suka merendahkan anak pelayan-yang sebenarnya adalah darah daging keluarga itu sendiri. Di sinilah Elia berperan sebagai bayi yang tertukar-yang kini menjadi "pelayan kecil" di rumah orang tua kandungnya. Jalan takdir yang tertulis dalam novel tetap berjalan: sejak usia empat tahun, Elia (dalam tubuh baru) menerima perlakuan kasar dari perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, asalkan bisa makan, itu sudah cukup. Ia menerima takdir barunya dengan pasrah. Kasih sayang? Ia tak berani menginginkannya lagi. Ia takut, kalau berharap... akhirnya hanya akan kecewa. Namun tanpa disadari, keluguannya, kepolosannya, tingkah lucunya, dan suara cadelnya-perlahan mulai mencuri perhatian ayah kandung dan ketiga abang yang tak pernah tahu... siapa dia sebenarnya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman