Lautan Tanpa Gelombang
Ia adalah bayangan yang hidup di antara cahaya,
Rambutnya kusut seperti jalan yang tak pernah ditempuh,
Wajahnya yang seharusnya bersinar seperti kembarannya,
Sekarang tertutupi lebam sebagai mahkota yang tak terpuji.
Kakinya mengenal jalanan aspal dan lumpur,
Daripada karpet lembut di lantai mansion,
Tubuhnya penuh dengan peta luka yang tak pernah hilang,
Setiap bekas adalah cerita yang hanya bisa ia baca sendiri.
Stiker bintang di kamarnya adalah saksi bisu
Tentang impian kecil yang pernah ia miliki,
Kini ia hidup seperti keramik yang retak namun tetap berdiri,
Menahan setiap benturan tanpa sedikitpun mengeluh.
Suaranya hanya terdengar dalam gumaman malam,
Matanya menyimpan lautan kesedihan yang tak pernah menguap,
Ia adalah Samuel - anak yang terlupakan di tengah kekayaan,
Yang menemukan rumah dalam kesendirian dan rasa sakitnya sendiri.