Rubik Cinta

Rubik Cinta

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
Di balik senyum manis dan sikap manjanya, seorang gadis sederhana justru menjadi pusat dari kisah yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia adalah gadis yang terbiasa dimanja, hidupnya ringan tanpa banyak beban. Namun semuanya berubah ketika dua cowok paling diidamkan di sekolahnya justru tertarik padanya. Helga Barisma Arnada si anak band yang hangat, penuh pesona, dan selalu berhasil mencairkan suasana dengan suara serta gitarnya. Dan Arlend Kaidan Gavintara si anak motor yang dingin, misterius, dengan tatapan tajam yang sulit ditebak, tapi diam-diam menyimpan perhatian yang dalam. Berawal dari kebetulan-kebetulan kecil, perhatian demi perhatian tumbuh menjadi sesuatu yang lebih rumit. Dua dunia yang berbeda musik dan jalanan, bertemu dalam satu titik yaitu dirinya. Di antara tatapan yang saling bersaing, perhatian yang tak lagi tersembunyi, dan perasaan yang mulai sulit dikendalikan, gadis itu harus menghadapi satu kenyataan...bahwa cinta tidak selalu sederhana. Dan memilih salah satu... berarti siap untuk menyakiti yang lain. "Rubik Cinta" adalah kisah tentang perasaan yang saling bersilangan, tentang pilihan yang tak mudah, dan tentang bagaimana satu hati bisa menjadi tujuan dari dua arah yang berbeda.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Almost Married (END)
  • R É G A L I S
  • Kesayangan Mas Juragan!
  • SECOND TASTE
  • Where They All Look At [ END ]
  • NINGRUM
  • The Imperfect Señorita
  • Hot girl

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines