LONE WOLF

LONE WOLF

  • WpView
    Reads 7,216
  • WpVote
    Votes 982
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Thu, May 7, 2026
Kehidupan itu mulai berubah saat hadirnya seorang siswa pindahan, si cowok dingin, misterius, dan dikenal tak terkalahkan dalam perkelahian. Dengan wajah yang nyaris sempurna dan aura yang sulit didekati, Ia menjadi incaran banyak geng besar. Namun, di tengah semua tawaran dan tekanan, ia memilih untuk berjalan sendiri, menolak tunduk pada siapa pun. Di sisi lain, ada gadis cantik yang memilih diam, menyembunyikan luka di balik sikap introvertnya. Kecantikannya yang seharusnya menjadi anugerah justru menjadikannya target bullying tanpa henti, terutama dari orang-orang yang merasa lebih berkuasa. Dua dunia yang sangat berbeda itu akhirnya bertemu dalam sebuah kejadian tak terduga.
All Rights Reserved
#101
zeejkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hot girl
  • R É G A L I S [REVISI]
  • Almost Married (END)
  • Kesayangan Mas Juragan!
  • SECOND TASTE
  • The Imperfect Señorita
  • Kembang Desa
  • NINGRUM
  • Where They All Look At

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines