BEYOND THE VACATION

BEYOND THE VACATION

  • WpView
    Reads 12,033
  • WpVote
    Votes 1,698
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2026
Aqeela Calista, mahasiswi semester dua berusia delapan belas tahun, memilih Bali sebagai pelarian singkat dari padatnya rutinitas kuliah. Ia berencana menghabiskan liburan dengan sederhana-mengunjungi Raisa Marie, sahabatnya sejak masa awal perkuliahan, yang pulang ke kampung halamannya. Namun, kunjungan itu mempertemukannya dengan sosok yang tak ia duga sebelumnya. Harry Vaughan, kakak laki-laki Raisa, pria berusia dua puluh delapan tahun yang dikenal sukses dengan berbagai bisnisnya, hadir dengan kepribadian yang hangat, dewasa, dan penuh perhatian. Sikapnya yang tenang serta cara ia memperlakukan orang-orang di sekitarnya membuat Aqeela merasa nyaman-terlalu nyaman, bahkan untuk sebuah pertemuan pertama. Apa yang awalnya hanya liburan singkat, perlahan berubah menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam-dan membuka kemungkinan yang tak pernah Aqeela bayangkan sebelumnya.
All Rights Reserved
#169
harqeel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines