Takhta Maison De Fraise
Mirea-akrab disapa Rea oleh dunia, namun Mire bagi keluarganya-mengira usia 26 tahun adalah puncak kemandiriannya. Namun, desakan sang Mama yang mencemaskan status single-nya memaksa Mire dihadapkan pada dua pilihan sulit: menikahi anak sepupu Mama atau anak teman arisan Mama.
Mire menjatuhkan pilihannya pada Raffi Aji Widjaya. Alasannya dangkal namun jujur: Raffi jauh lebih tampan, atletis, dan memiliki selera fashion yang memikat dibanding kandidat lainnya. Meski Raffi bersikap sedingin es saat pertemuan pertama, Mire tetap melaju ke pelaminan, berpikir bahwa sikap cuek itu hanyalah pembawaan pria maskulin yang sibuk sebagai Vice Chairman di Maison de Fraise.
Namun, penyesalan datang lebih cepat dari honeymoon mereka. Tiga hari setelah pesta mewah berakhir, saat sisa kelelahan pernikahan masih terasa, Raffi pulang membawa sebuah map cokelat. Bukan tiket liburan atau hadiah perhiasan, melainkan sebuah Kontrak Perjanjian Pernikahan.
Di dalam kontrak itu, topeng Raffi terbuka. Pernikahan ini hanyalah skenario besar Raffi untuk mengamankan takhta Maison de Fraise dari Hilmi, adik tirinya. Mire hanyalah instrumen hukum untuk memenuhi syarat sang Papa, termasuk syarat paling berat: memberikan keturunan laki-laki sebagai ahli waris sah.
Mire terjebak. Lelaki yang ia pilih karena fisik rupawan itu ternyata hanya menginginkan rahim dan statusnya, bukan hatinya. Di tengah kemewahan Maison de Fraise, Mire harus memutuskan: bertahan sebagai "pion" dalam perang saudara Raffi, atau pergi saat ia sudah terlanjur masuk dalam jebakan kontrak yang mengikatnya lahir dan batin.
Nama: Miraea
Usia: 26 tahun
Ttl: Bogor 2000, Januari, 20
Nama: Raffi aji Widjaya
Usia: 32 tahun
Ttl: Bali, 1994, 20, Desember