When The Bloom Ends

When The Bloom Ends

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 17, 2026
Saya adalah pemula yang ingin mencoba menjadi seorang Penyair 𝐃𝐞𝐬𝐤𝐫𝐢𝐩𝐬𝐢! Sebuah puisi tentang cinta yang pernah tumbuh begitu subur, namun akhirnya harus layu ditelan waktu. Di sini tertulis tentang harapan yang karam diam-diam, tentang rasa yang menjalar sedalam samudera, dan tentang trauma yang ditinggalkan oleh arus keadaan. Saat Mekar Berakhir bukan sekadar kumpulan kata, melainkan suara hati yang berdamai dengan kehancuran. Sebuah pengakuan bahwa mencinta terlalu dalam kadang membawa kita pada kehancuran abadi, dan bahwa beberapa bunga, meski indah, takdirnya memang hanya untuk mekar sesaat sebelum akhirnya berjatuhan selamanya. Semoga kalian Suka yaa✨ Start:18 april 2026
All Rights Reserved
#3
blackromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • S1 "Aku Yang Hilang Di Panggung"
  • COOL BOY AND NEET CRAZY GIRL  [fatqeel]
  • BETWEEN HATE AND HOME
  • Kyara And Someone She Meet Online
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • THE HEIR OF SIN (FOXYPAN)
  • SOLITUDE
  • SUGAR DADDY [END]
  • The Child He Left Behind (FOXYPAN)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines