Ayah, Papa & Iyok
Cerita ini tentang kehidupan sehari-hari keluarga kecil yang tinggal di perumahan elite Green Harmony: Ayah Nopal, Papa Sultan, dan anak mereka Ridwan yang akrab dipanggil Iyok.
Meskipun kaya raya, keluarga ini jauh dari kata sombong. Mereka baru "keluar taring" kalau ada orang yang pamer atau nyinyir duluan, terutama di depan Papa Sultan.
Ayah Nopal digambarkan sebagai sosok kepala keluarga yang kalem, pekerja keras, dan super sabar. Berangkat kerja jam 8 pagi, pulang malam. Tapi di balik sifat baiknya, Ayah Nopal punya sisi tegas yang bikin seisi rumah segan kalau dia sudah marah. Tatapannya saja cukup bikin Papa Sultan yang cerewet dan Iyok yang usil langsung diam.
Papa Sultan adalah kebalikannya: cerewet, hobi debat, nggak mau kalah, dan gampang marah-marah nggak jelas. Tapi semua itu bentuk sayangnya ke keluarga. Dia manjain Iyok habis-habisan dan kalau lagi ada maunya ke Ayah Nopal, sikapnya bisa berubah jadi super manis. Contohnya pas minta HP baru atau ngajak dinner.
Ridwan atau Iyok, si anak umur 3 tahun, jadi sumber keramaian di rumah. Usilnya minta ampun: corat-coret tembok, nyembunyiin kacamata di rice cooker. Tapi wajah polos dan ketawa renyahnya bikin semua orang langsung luluh dan gemes.
Konflik kecil muncul saat tante sosialita baru pindah ke komplek dan mulai nyombong soal rumah dan mobil. Papa Sultan yang udah siap debat langsung ciut begitu Ayah Nopal pulang kerja. Tanpa marah-marah, aura Ayah Nopal saja sudah bikin si tante buru-buru pamit.
Intinya, cerita ini nunjukin kalau kebahagiaan keluarga Ayah Nopal, Papa Sultan, dan Iyok nggak bisa diukur dari harta. Mereka kompak, saling sayang dengan caranya masing-masing, dan nggak peduli sama omongan iri tetangga. Kaya iya, sombong enggak.