Di mata polisi, dia pelanggar hukum yang selalu lepas dari kejaran. Di mata geng lain, dia noda yang sulit dihilangkan. Di mata orang tuanya... dia adalah anak yang gagal.
Padahal, Rico hanya anak yang mencintai piano tetapi dia dipaksa untuk ikut les Matematika. Namun hidupnya berubah sejak dia menemukan kebebasan di tembok-tembok kota, mencurahkan semua amarah, tekanan, dan rasa kecewanya lewat grafiti.
Setiap coretan adalah pelarian.
Setiap warna adalah teriakan yang tak pernah dia ucapkan.
Hingga suatu malam, saat hampir tertangkap polisi. Rico bertemu Niki, seorang balerina yang hidupnya terlihat sempurna, anggun, dan teratur. Dunia mereka bertolak belakang, tapi entah kenapa, Niki tidak melihat Rico sebagai "perusak".
Di balik senyumnya, Niki juga menyimpan luka persaingan, tekanan, dan pengkhianatan di dunia balet yang kejam.
Saat hidup Rico semakin kacau dikejar polisi, terjebak konflik antar geng, dipaksa meninggalkan grafiti, dan hampir menyerah dalam perlombaan grafiti yang menjadi segalanya, Niki justru menjadi satu-satunya alasan dia bertahan.
Dan ketika Niki hampir kehilangan segalanya di panggung yang ia perjuangkan, Rico melakukan satu hal yang tidak pernah dia bayangkan akan dia lakukan lagi. Dia kembali ke piano.
Bukan untuk dirinya.
Tapi untuk seseorang yang membuatnya percaya, bahwa dia bukan hanya seorang VANDAL.
Todos los derechos reservados