"Di dunia ini, aku nggak pernah menang. Tidak dalam urusan juara, tidak dalam urusan cinta, apalagi dalam urusan keluarga."
Jesselyn adalah bayangan di rumahnya sendiri. Sejak kepergian ibu kandungnya, hidupnya hanya berisi tuntutan untuk menjadi nomor satu tanpa pernah diberi pelukan. Ayah yang abai, ibu tiri yang manipulatif, dan adik tiri yang selalu menginjak harga dirinya-semuanya membuat Jesselyn merasa mati sebelum waktunya.
Baginya, rumah bukan tempat pulang, melainkan medan perang di mana dia selalu menjadi pecundang. Dia sudah menyerah pada dunia, sampai akhirnya dia memilih untuk benar-benar menghilang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang