FOLLOW DULU YUKK!!
SYAQEELPRIDE!!
°°°
Alarez Heza Bumantara dan Halauna Radellia Callista-dua nama yang belakangan ini gak pernah lepas dari pembicaraan di entity organization SMA Pertiwi.
Entah karena takdir atau apa, keduanya justru dipasangkan sebagai calon ketua dan wakil ketua OSIS.
Hubungan mereka bukan sekadar soal ketua dan wakil. Ada sejarah yang belum selesai. Ada jarak yang sengaja diciptakan.
Dan di balik semua pertengkaran kecil, sindiran, dan tatapan yang sering kali bertabrakan, ada sesuatu yang masih tertinggal, diam-diam, di antara mereka berdua.
°°°°
"Kamu berubah."
Suara Halauna terdengar pelan, tapi cukup untuk membuat Arez langsung fokus penuh padanya.
"Apanya yang berubah?" tanya Arez cepat, nada suaranya terdengar defensif tanpa dia sadari.
Halauna menarik napas, matanya tidak lepas dari wajah cowok di depannya. "Sikap kamu."
Arez menggeleng pelan, hampir refleks. "Nggak. Aku gak pernah berubah."
"Kamu berubah, Eza."
Nada suara Halauna naik sedikit. Bukan marah, tapi lebih ke... lelah. Frustasi yang sudah ditahan terlalu lama. "Kamu udah gak kayak dulu lagi."
Arez menghela napas kasar, tangannya masuk ke saku jaket, berusaha menahan emosi yang mulai naik. "Aku masih sama, Lau."
Hening.
Halauna menatapnya lama. Lama sekali, sampai Arez mulai merasa tidak nyaman di bawah tatapan itu. Tatapan yang dulu selalu terasa hangat, sekarang justru terasa seperti sedang mencari sesuatu yang... sudah tidak ada.
"Kamu emang masih di sini. Tapi, kamu udah gak benar-benar 'ada'."
Kalimat itu jatuh begitu saja, tapi dampaknya terasa berat. Angin berhembus pelan dan terasa dingin. Arez membuka mulut, ingin membalas, ingin menyangkal, tapi tidak ada kata yang benar-benar keluar.
Halauna tampak diam beberapa saat. Tatapannya turun, lalu kembali naik, seolah sedang mengumpulkan keberanian untuk sesuatu yang lebih besar.
Dan ketika dia bicara lagi, suaranya jauh lebih pelan.
"Ayo berakhir."
Waktu seperti berhenti sesaat.
"Kenapa?
All Rights Reserved